Jumat, 02 Januari 2015

Puisi untuk Pangeran Seberang Hutan

Kau kuat kau tangguh
Bagai laut yng tak mudah di kalahkan
Kau kalahkan musuh mu dengn kebesaran hati
Bagai matahari yng tak henti mematahkan batuan

Tetapi kini kau lelah lelah bersama keadaan
Keadaan ybg buat mu bagai mayat hidup
Apakh kau tak mau berjuang lagi ?
Berjuang bersama ku mempertahankan kerajaan kecil mu
Kerajaan seberang hutan nan indah
Bak surga yng bawa kebahagiaan

Apakah kau akan serahkan semua pada musuh ?
Dimans ketangguhkan lelakiku
Yng slalu usaha untuk menang bagai belati yng tajam
Bagai ombak yang memecah karang

Berjuanglah mmpertahan kan kerajaan kita,
Kerajaan seberang hutan nan indah bak pelangi
Ku ibgin kau bangkit rasa lelah mu
Bersama ku, kau kan berjuang
Bersama ku kau bangun lagi kebahagiaan ini
Apakah kau ingin bangkit ?
Marilah pangeran bangunlah

Pangeran Seberang Hutan

Dirimu yang telah berjuang ya pangeran dari negeri yang indah di seberang hutan engkau mengelana untuk mncari sebuah percikan harapan dan kebahagiaan di daerahku. Sebelumnya perkenalkan aku putri gergoria yang memiliki tanah ranah nan subur nama kerajaan ku adalah Venerula. Aku mencintai tempat ini tempat dimna aku lahir dan besar skrng umur ku 17 dan mulai mncari pangeran untuk bersamaku :)

Yaa pangeran2 itu datang dari berbagai negeri  mereka menunjukan berbagai kekuatan ada satu pangeran yng buat ku kagum ya pangeran dari negeri sebrang hutan kerajaan keci nan indah bernama reprenso ia berasal ia sangat sederhana dengn tameng dan kuda gagah ia menuju kerajaan ku.

Rupanya aku menyukainya gerak gerik wajah tampannya ku cari tau nama pangeran indah itu dari pengawalku.
Ya namanya marco indah sekali tapi ku melihat adik nya yng konon bernama hargues ternyta marco hanya menghantarkan hargues
Sungguh hanya binar2 air mata ini yang tau aku sdih hatiku bagai rapuh dengan tambahan bahwa marco akn segera menikah dengan putri Rana dari kerajaan kontrues.<br>
Seluruh pangeran ku tolak termasuk hargues adik marco.


Tunggu lanjutan dongeng ku ya :*
Next in pangeran seberang hutan #2